Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Terbaru Provinsi Lampung Senen 18 mei 2026 PWI Lampung Bersama KONI Lampung Mematangkan Persiapan Penyelenggaraan PORWANAS Di Lampung 2027. 1800 Atlit Taekwondo-Memperebutkan Piala Gubernur Cup.2026 Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027 Gubernur Lampung Lantik Dewan Pendidikan 2025–2030, Fokus Tekan Anak Tidak Sekola

Uncategorized · 5 Jun 2026 10:37 WIB ·

ketua DPC Laskar Lampung Kota Bandar Lampung Geram Pendidikan untuk Rakyat Miskin Menjadi Proyek Keluarga


 ketua DPC Laskar Lampung Kota  Bandar Lampung  Geram Pendidikan untuk Rakyat Miskin Menjadi Proyek Keluarga Perbesar

**Destra Yudha, S.H., M.Si., Ketua DPC Laskar Lampung Indonesia: Pendidikan untuk Rakyat Miskin Jangan Berubah Menjadi Proyek Keluarga Kekuasaan**

Destra Yudha, S.H., M.Si., Ketua Dewan Pimpinan Cabang Laskar Lampung Indonesia, melontarkan kritik keras terhadap polemik yang menyeret SMA Siger Bandar Lampung. Menurutnya, publik berhak mempertanyakan ketika sebuah sekolah yang sejak awal dipromosikan sebagai solusi pendidikan bagi masyarakat kurang mampu justru terus dibayangi berbagai dugaan persoalan yang mengarah pada kepentingan segelintir elite.

“Jika benar sekolah ini dibangun atas nama kepentingan rakyat miskin, maka yang harus menjadi prioritas adalah masa depan anak-anak Lampung, bukan kepentingan politik, pencitraan, ataupun keuntungan kelompok tertentu. Ketika nama-nama yang memiliki hubungan dengan lingkaran kekuasaan ikut terseret dalam polemik ini, maka wajar apabila publik mulai bertanya: apakah ini program pendidikan atau justru ladang bisnis yang berlindung di balik slogan membantu rakyat?” tegas Destra.

Ia menilai, munculnya nama Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana dan saudari kembarnya, Eka Afriana, dalam berbagai perbincangan publik terkait SMA Siger semakin memperkuat tuntutan masyarakat agar seluruh persoalan dibuka secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Dengan nada satire yang tajam, Destra mengatakan bahwa di negeri yang sehat, sekolah dibangun untuk mencerdaskan anak bangsa. Namun di daerah yang tata kelolanya dipenuhi konflik kepentingan, sekolah bisa berubah menjadi panggung kekuasaan, tempat slogan kemiskinan dipakai sebagai alat promosi, sementara rakyat hanya dijadikan penonton.

“Rakyat tidak membutuhkan seribu baliho tentang kepedulian. Rakyat membutuhkan kejujuran. Rakyat tidak membutuhkan pidato tentang keberpihakan kepada orang miskin jika pada akhirnya yang menikmati keuntungan justru orang-orang yang dekat dengan kekuasaan. Jangan sampai pendidikan yang seharusnya menjadi jembatan masa depan berubah menjadi kendaraan kepentingan keluarga dan kroni,” ujarnya.

Destra mengaku sangat miris melihat kondisi tersebut. Menurutnya, ketika masyarakat kecil berjuang keras mencari akses pendidikan yang layak, justru muncul dugaan-dugaan yang mencederai rasa keadilan publik.

“Saya sangat prihatin dan kecewa. Pendidikan adalah hak rakyat, bukan komoditas politik. Ketika kekuasaan diduga lebih dominan daripada kepentingan peserta didik, maka yang dirugikan bukan hanya masyarakat hari ini, tetapi juga generasi masa depan. Kami tidak akan diam ketika rakyat merasa tertindas, ketika suara masyarakat diabaikan, dan ketika ada dugaan penyalahgunaan kewenangan yang merugikan kepentingan publik.”

Lebih lanjut, Destra menegaskan bahwa DPC Laskar Lampung Indonesia akan melakukan pengumpulan data, dokumen, dan bukti-bukti yang berkaitan dengan penggunaan dana hibah Pemerintah Kota Bandar Lampung kepada SMA Siger. Menurutnya, setiap anggaran yang bersumber dari uang rakyat wajib dikelola secara transparan, akuntabel, dan terbuka untuk diawasi masyarakat.

“Kami akan mengumpulkan seluruh bukti dan informasi yang relevan terkait dugaan pelanggaran dalam penyaluran maupun penggunaan dana hibah Pemkot Bandar Lampung kepada SMA Siger. Jika ditemukan indikasi pelanggaran hukum, penyalahgunaan kewenangan, atau potensi kerugian keuangan daerah, maka kami akan segera melaporkannya kepada aparat penegak hukum untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.”

Ia menambahkan, langkah tersebut bukan ditujukan untuk kepentingan politik tertentu, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab moral dalam mengawal uang rakyat agar digunakan sesuai peruntukannya.

“Kekuasaan tidak boleh menjadi tameng untuk menghindari pemeriksaan. Justru semakin besar jabatan seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya kepada publik. Karena itu, kami meminta seluruh pihak yang terkait untuk siap membuka data dan memberikan penjelasan secara transparan kepada masyarakat.”

Destra menegaskan bahwa Laskar Lampung Indonesia akan terus mengawal berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat dan meminta seluruh pihak yang berwenang untuk bekerja secara profesional, objektif, dan tanpa pandang bulu.

“Jabatan adalah amanah, bukan hak istimewa untuk mengatur segala sesuatu demi kepentingan sendiri. Kekuasaan boleh besar, tetapi suara rakyat jauh lebih besar. Dan selama masih ada ketidakadilan yang dirasakan masyarakat, kami akan tetap berdiri di barisan rakyat untuk menyuarakan kebenaran dan mengawal penegakan hukum secara terbuka serta berkeadilan,” pungkas Destra Yudha.

Artikel ini telah dibaca 22 kali

Avatar badge-check

Redaksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

243 Siswa/Siswi SMAN 12 Bandar Lampung Lolos Masuk PTN dan 1 University of Melbourne Australia

5 Juni 2026 - 17:02 WIB

PERADI Bandar Lampung Mengadakan Tasakkuran

5 Juni 2026 - 11:09 WIB

Panglima Laskar Lampung Nero Kunang Berkunjung ke Rumah Presiden Ke 7 Jokowi.

5 Juni 2026 - 06:24 WIB

Prakiraan Cuaca Wilayah Provinsi Lampung Jumat 5 Juni 2026

5 Juni 2026 - 03:42 WIB

Tarmizi Advokat Plontos Dampingi Eksekusi Putusan Pembunuh Orang Tuanya Sendiri

4 Juni 2026 - 19:06 WIB

Sekjen Laskar Lampung Panji Padang Menyayangkan Persepsi tidak ada lagi Kewajiban Alokasi 20% kebun Masarakat

4 Juni 2026 - 09:17 WIB

Trending di Uncategorized
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x