Menu

Mode Gelap
Hasil Nyata PHC Membuat Petani Kopi Lebih Cepat Panen Prakiraan Cuaca Terbaru Provinsi Lampung Senen 18 mei 2026 PWI Lampung Bersama KONI Lampung Mematangkan Persiapan Penyelenggaraan PORWANAS Di Lampung 2027. 1800 Atlit Taekwondo-Memperebutkan Piala Gubernur Cup.2026 Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027

Uncategorized · 9 Jul 2026 18:13 WIB ·

Pangdam XXI Radin Inten Mayjend Kristomei Sianturi Seangkonan Muari dengan Ansyori Sabak


 Pangdam XXI Radin Inten  Mayjend Kristomei Sianturi Seangkonan Muari dengan Ansyori Sabak Perbesar

Pangdam XXI/Radin Inten Mayjend. TNI Kristomei Sianturi dan Ansyori Sabak Angkon Muakhi, Tegaskan Persatuan dalam Keberagaman

 

Lampung Utara – Sebuah prosesi adat yang sarat makna berlangsung di Kabupaten Lampung Utara, Kamis (9/7/2026). Melalui tradisi Angkon Muakhi, Pangdam XXI/Radin Inten, Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi, resmi diterima sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat adat Lampung, khususnya komunitas adat Abung Siwo Migo.

 

Pengangkatan tersebut dilakukan melalui rangkaian prosesi Pengangkenan dan Pengguain oleh tokoh masyarakat Lampung Utara, Ansyori Sabak bergelar Suttan Rajo Putra Negara, di Kelurahan Kelapa Tujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan.

 

Prosesi ini tidak hanya menjadi simbol penghormatan kepada Kristomei Sianturi, tetapi juga menegaskan bahwa ikatan persaudaraan dalam adat Lampung dibangun atas dasar komitmen, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya, tanpa memandang asal-usul suku.

 

Dalam upacara tersebut, Kristomei diterima sebagai warga adat Pungguk Lama, Kebumian Suttan Rajo Putra Negara, Suku Agung Kampung Pungguk Lama, Kecamatan Abung Timur. Ia kemudian memperoleh gelar Raja Satria Negara melalui prosesi Megawo Adat Lampung (Khuruk), yang dilanjutkan dengan prosesi Menggawo Bumi (Turun Mandei) dengan juluk Pangeran Satria Negara.

 

Sementara itu, istrinya, Desi Asti Megasari, juga dianugerahi gelar adat. Dalam prosesi Megawo Adat, ia menerima gelar Ratu Ibu Pertiwi, yang nantinya akan dilanjutkan dengan penyematan juluk Pangeran Ratu Ibu Pertiwi pada prosesi Turun Mandei.

 

Tokoh adat Pungguk Lama, Ibnu Hajar bergelar Suttan Guttei Sang Rateu, menjelaskan bahwa Angkon Muakhi bukan sekadar seremoni adat. Menurutnya, seseorang yang telah diangkat menjadi saudara adat memiliki ikatan moral untuk menjaga kehormatan keluarga besar adat serta ikut melestarikan nilai-nilai budaya Lampung.

 

“Pengangkatan ini membawa konsekuensi tanggung jawab. Gelar adat bukan hanya penghormatan, tetapi juga amanah untuk menjaga persaudaraan dan marwah adat,” ujarnya.

 

Ansyori Sabak mengatakan, pengangkatan Kristomei Sianturi memiliki arti penting karena Pangdam XXI/Radin Inten lahir dan besar di Lampung Utara meskipun berasal dari keturunan Batak. Melalui prosesi tersebut, statusnya sebagai bagian dari masyarakat adat Lampung memperoleh pengakuan secara resmi.

 

Ia berharap peristiwa itu menjadi pesan bagi generasi muda bahwa keberagaman merupakan kekuatan yang dapat dipersatukan melalui nilai-nilai budaya lokal.

 

Dalam sambutannya, Kristomei Sianturi mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Lampung Utara karena menghabiskan masa kecil hingga remaja di daerah tersebut.

 

“Air pertama yang saya minum adalah air Lampung Utara. Hari ini, ikatan batin itu mendapatkan pengakuan melalui adat. Saya bersyukur dan merasa terhormat menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat adat Lampung,” katanya.

 

Ia berharap hubungan yang telah terjalin melalui prosesi Angkon Muakhi dapat terus dipelihara sebagai bentuk persaudaraan yang berkelanjutan.

 

Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis, menilai Angkon Muakhi merupakan warisan budaya yang memiliki nilai strategis dalam memperkuat persatuan masyarakat. Menurutnya, tradisi tersebut perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

 

Hamartoni juga mengajak Kristomei Sianturi untuk terus menjaga hubungan dengan kampung halamannya dan bersama-sama berkontribusi bagi pembangunan Lampung Utara.

 

Setelah prosesi pengangkatan saudara, rangkaian adat dilanjutkan dengan Sewarei, yakni penguatan hubungan kekeluargaan. Dalam kesempatan itu juga dicanangkan hubungan persaudaraan adat antara Pangeran Satria Negara dengan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang bergelar Suttan Tihang Negara.

 

Pencanangan serupa juga dilakukan kepada Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mantan Bupati Lampung Tengah, Mustofa, serta Ketua BEM Universitas Lampung, Aditiya Putra Bayu.

 

Kehadiran unsur pemerintah, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga kalangan mahasiswa menunjukkan bahwa adat Lampung masih memiliki peran penting sebagai ruang pemersatu berbagai elemen masyarakat.

 

Rangkaian Angkon Muakhi dijadwalkan berlanjut pada Sabtu (11/7/2026) melalui prosesi Turun Mandei yang akan digelar di kawasan wisata Pasir Putih, Kabupaten Lampung Selatan. Prosesi tersebut menjadi penutup sekaligus penyempurna pengangkatan Kristomei Sianturi sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat adat Lampung.

Artikel ini telah dibaca 62 kali

Avatar badge-check

Redaksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Muli Salma Arsila Siswi SMAN1 Gedung Tataan menorehkan Prestasi

30 Juli 2026 - 08:27 WIB

Ketua Kwarda Pramuka Lampung Buka KPDK 2026

30 Juli 2026 - 08:23 WIB

Menyoroti maraknya Money politik di Pilkades

30 Juli 2026 - 04:08 WIB

Pemprov Lampung dan DPRD Lampung matangkan Penyusunan APBDP 2026.

28 Juli 2026 - 11:14 WIB

Bunda Literasi Lampung Dorong Perpustakaan Menjadi Ruang Rekreasi dan Edukasi keluarga

28 Juli 2026 - 06:54 WIB

SIWO PWI Lampung Tuntaskan Seleksi Cabor Tensi Meja.

27 Juli 2026 - 15:57 WIB

Trending di Uncategorized
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x