Menu

Mode Gelap
Hasil Nyata PHC Membuat Petani Kopi Lebih Cepat Panen Prakiraan Cuaca Terbaru Provinsi Lampung Senen 18 mei 2026 PWI Lampung Bersama KONI Lampung Mematangkan Persiapan Penyelenggaraan PORWANAS Di Lampung 2027. 1800 Atlit Taekwondo-Memperebutkan Piala Gubernur Cup.2026 Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027

Uncategorized · 12 Sep 2026 17:37 WIB ·

Pameran “Kayu ARA” Kreativitas dan Pengabdian Anshori Djausal


 filter: 0; jpegRotation: 180; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; 
hw-remosaic: 0; 
touch: (-1.0, -1.0); 
modeInfo: ; 
sceneMode: Auto; 
cct_value: 0; 
AI_Scene: (-1, -1); 
aec_lux: 118.0; 
hist255: 0.0; 
hist252~255: 0.0; 
hist0~15: 0.0; Perbesar

filter: 0; jpegRotation: 180; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Auto; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 118.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;

Sungkay Post Jakarta (12.9.2026)

Pameran “Kayu Ara” Kreativitas dan Pengabdian Anshori Djausal Memperkenalkan Kekayaan Arsitektur Serta Budaya Lampung.

 Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang diwakili Sekda Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, membuka Pameran tunggal jejak perjalanan Anshori Djausal digelar di Jakarta tepatnya, di Contemporary Art Gallery, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (12/9/2026).

 

 

 

Dalam sambutan tertulis, Gubernur Mirza menilai pameran ini memiliki makna yang sangat khusus. Namun Gubernur melihat bahwa “Kayu Ara” bukan semata-mata pameran tentang sebuah karya dan pemikiran yang lahir dari tokoh asal Lampung melainkan sebagai ruang untuk membaca perjalanan pengetahuan, kreativitas dan pengabdian seorang putra Lampung selama lebih dari 4 dekade.

 

Gubernur mengatakan, lebih dari 40 tahun perjalanan Anshori Djausal, baik sebagai insinyur, arsitek, akademisi sekaligus budayawan telah mempertemukan berbagai bidang arsitektur, teknologi, lingkungan pembangunan, hingga kebudayaan Lampung.

 

Gubernur berharap, pameran ini tidak berhenti pada karya-karya yang telah dihasilkan, tapi terus menjadi ruang untuk melahirkan gagasan merawat pengetahuan, dan memperkenalkan kekayaan arsitektur serta budaya Lampung kepada generasi berikutnya.

 

Karena itu, Gubernur Mirza memberi apresiasi kepada kurator Angga Wijaya bersama Hafidz Maha, Hartinis Permatasari Arif Rahman dan seluruh tim kreatif yang sebagai sebagian besar merupakan anak muda asal Lampung yang kini berkiprah di Jakarta..

 

Anak-anak muda tersebut tidak sekedar membuat sebuah penghormatan, tetapi mencoba membaca kembali perjalanan intelektual Anshori Djausal melalui perspektif generasi muda. Berbagai arsip, dokumentasi, cetak biru, publikasi, catatan penelitian, dan karya diterjemahkan menjadi instalasi seni kontemporer. “Dengan demikian, arsip tidak lagi sekedar menjadi indah masa lalu, tetapi dihidupkan menjadi sebuah pengalaman dan percakapan antar generasi,” ujar Gubernur.

 

“Di sinilah saya melihat makna penting Kayu Ara pohon memiliki akar, batang, daun, dan buah. Akar menjadi sumber kekuatan, batang menjadi penopang pertumbuhan, sementara buah dan benih membawa kehidupan bagi generasi berikutnya,” tambah Mirza.

 

Begitu pula dengan pengetahuan, ia tumbuh dari pengalaman masa lalu dikembangkan pada masa kini, dan diwariskan untuk masa depan.

 

Lebih lanjut Gubernur Mirza mengatakan, Kayu Ara menjadi simbol bahwa karya dan pemikiran tidak mengenal batas usia. Yang paling penting bukan hanya seberapa tinggi seseorang tumbuh, tetapi seberapa kuat akar pengetahuan yang ditanam dan seberapa luas manfaat yang diberikan bagi masyarakat dan generasi mendatang.

 

“Saya juga melihat pameran ini sebagai bukti bahwa generasi muda Lampung memiliki kemampuan untuk membawa karya dan gagasan daerah ke ruang nasional sekaligus mempertemukan arsitektur, teknologi, budaya, lingkungan dan seni kontemporer dalam suatu percakapan.,” ujar Gubernur.

 

Gubernur berharap pameran ini tidak berhenti sebagai catatan perjalanan seorang tokoh, tetapi menjadi inspirasi bagi lahirnya lebih banyak gagasan, karya dan generasi baru yang terus merawat identitas serta pengetahuan Lampung.

 

Pembukaan pameran yang akan berlangsung satu bulan ini, dihadiri sejumlah tokoh, antara lain, dua mantan Pj. Gubernur Lampung Tursandi Alwi dan Samsuddin, anggota DPD RI Bustami Zainuddin, Ketua TP. PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza, Warek Unila Dr. Habiburrahman, Dekan FEB Prof Naerobi para pejabat Pemprov Lampung, Plt Direktur Utama TMII Ratri Paramita, Plt Direktur Operasional TMII Caya Candra Nagara,

Pejabat Pemprov Lampung, Tokoh Adat, Organisasi dan akademisi.

 

Jejak perjalanan Anshori sendiri membentang sejak dekade 1970-an, ketika modernisasi dan teknokrasi berkembang pesat. Dalam perjalanan tersebut, ia dikenal menerapkan teknologi tepat guna dengan mempertimbangkan kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan, salah satunya melalui teknik ferosemen.

 

Bagi Anshori, teknologi tidak semata-mata berupa benda atau hasil rekayasa. Teknologi harus menjawab kebutuhan manusia, sesuai dengan kondisi tempatnya, sekaligus memperhitungkan dampaknya terhadap lingkungan.

 

Pemikirannya juga berkembang ketika ia berada di Universitas Lampung. Selain mendorong digitalisasi dan peningkatan kualitas dosen, Anshori turut memikirkan persoalan Lampung dari berbagai sisi, mulai dari infrastruktur, sosial budaya, ekonomi, lingkungan hingga pemberdayaan kampung-kampung tua.

 

Gagasan tersebut kemudian membuatnya dipercaya menjadi tenaga ahli pada sejumlah pemerintahan di Lampung, mulai dari era Gubernur Yasir Hadibroto, Poedjono Pranyoto, Oemarsono, Sjachroedin Z.P., M. Ridho Ficardo, Arinal Djunaidi hingga Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.

 

Salah satu jejak yang mudah dikenali dari pemikiran dan karya Anshori adalah Tugu Siger di depan Pelabuhan Bakauheni. Bangunan tersebut menjadi salah satu wajah Lampung bagi masyarakat yang memasuki provinsi itu melalui jalur penyeberangan dari Pulau Jawa.

Artikel ini telah dibaca 101 kali

Avatar badge-check

Redaksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Anshori Djausal Akademisi dan Tokoh Budaya Asal Lampung

13 September 2026 - 00:53 WIB

Kemenko Bidang Pangan dan Bulog Bagikan Bantuan Beras.

11 September 2026 - 11:21 WIB

98 Kepala Sekolah di Lingkungan Disdik Provinsi Lampung di Lantik

11 September 2026 - 09:54 WIB

Gubernur Lampung Dukung FGD Nasional Jalan Tol di Gelar di Lampung

10 September 2026 - 17:20 WIB

Bea Cukai Sumbagbar dan Bandar Lampung Musnah kan Barang Ilegal.

10 September 2026 - 05:17 WIB

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan PROV Lampung Menuai Prestasi

9 September 2026 - 11:16 WIB

Trending di Uncategorized
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x