Rahmat Mirzani Djausal, resmi melantik pengurus Dewan Pendidikan Provinsi Lampung masa bakti 2025–2030 di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Senin (13/4/2026)
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan Dewan Pendidikan memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah sekaligus penghubung antara pemerintah, masyarakat, pendidik, dan peserta didik. Peran tersebut dinilai krusial untuk memastikan kebijakan pendidikan berjalan tepat sasaran.
Gubernur menekankan, kepengurusan baru harus mampu memperkuat sinergi lintas sektor guna menjawab berbagai persoalan pendidikan di Lampung.
Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian adalah tingginya angka anak tidak sekolah. Berdasarkan data, jumlah anak tidak sekolah di jenjang SD hingga SMA/SMK di Provinsi Lampung masih melampaui 20 ribu anak.
Ini menjadi perhatian bersama karena menyangkut masa depan generasi muda Lampung,” ujar Rahmat Mirzani Djausal.
Untuk menekan angka tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung telah menyiapkan sejumlah program intervensi. Program tersebut meliputi perluasan akses pendidikan melalui SMA Terbuka, pemberian bantuan kepada siswa dari keluarga kurang mampu, serta peningkatan kompetensi tenaga pendidik
Selain itu, pemerintah juga mendorong penguatan pendidikan vokasi agar lulusan memiliki kesiapan kerja yang lebih baik.
Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Lampung, Prof. Syafrimen, menyatakan kesiapan pihaknya dalam mengawal peningkatan mutu pendidikan. Ia menegaskan bahwa kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kompetensi guru dan proses pembelajaran yang optimal.
“Dewan Pendidikan siap berkolaborasi untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan di Lampung,” tegasnya.
Melalui kepengurusan baru ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap pemerataan akses pendidikan dan peningkatan kualitas pembelajaran dapat segera terwujud di seluruh wilayah.














